Yang Aku Tidak Tahu
Aku tahu ketika dua
orang memutuskan untuk bersama akan ada dua hal yang akan terjadi pada akhirnya.
Tetap bersama atau benar-benar berpisah. Aku pun sudah menyiapkan diri jika hal
kedua akan terjadi sejak awal kita berjumpa. Bukan apa-apa, hanya saja aku
ingin menyelamatkan apa yang mudah dipatahkan. Bukankah aku harus tetap membagi
bahagiaku jika nantinya akan ada yang menggantikanmu?
Yang aku tidak tahu
hanyalah hal kedua terjadi pada kita secepat ini.
Serapi apapun aku sudah
menyiapkan diri, ternyata aku masih kalah dengan rasa sakit hati. Tapi aku
mulai mengerti, bahwa jika yang bersama akhirnya harus berpisah, berarti satu
diantaranya tidak benar-benar jatuh cinta. Katanya merasa nyaman jika berdua
bukan berarti itu cinta. Jadi, aku pasti tidak akan memaksamu. Ah tidak….aku
sungguh ingin menahanmu. Namun percuma saja, bagaimana bisa berjalan jika yang
ingin melangkah tidak sepasang. Aku cukup tahu diri.
Seandainya dulu aku….
Kenapa aku ini?
Beribu kali aku
mengatakan “seandainya” pun tak akan membuat kita kembali baik-baik saja kan?
Semenyenangkan apapun
aku dulu bagimu, jika ingin berpisah tentu kamu akan mengatakannya. Dan aku tak
bisa menghindarinya. Sebesar apapun usahaku untuk menjadi yang kamu butuhkan, nyatanya
belum cukup untuk membuatmu bertahan. Dan aku harus melepaskan. Baiklah…tunggu
sebentar, aku hanya perlu sedikit waktu untuk bisa benar-benar pergi agar tak
mengganggumu lagi disini.
Tapi dengar ya….
Ada masanya, kamu akan merasa ada yang hilang ketika
aku menghilang. Mungkin bukan sekarang, tapi nanti .
Aku bukan mengancammu, hanya sedikit
mengingatkanmu :)
Comments
Post a Comment