Sekali Lagi
Hai! Lagi-lagi ini tentang
kamu yang sempat membuat luka dan trauma. Luka yang semakin hari semakin terasa
perih dan terlihat lebih parah dari sebelumnya. Aku membiarkanmu membaca
tulisan ini karena ucapan yang terlempar dari bibirku tak pernah kamu dengarkan
lagi belakangan ini. Kamu hanya perlu tahu…Aku telah lama merawat dan menunggu
lukaku untuk kering serta berharap tak memberikan bekas apapun itu. Meskipun
butuh waktu yang lama tapi aku cukup berhasil untuk mencoba mengeringkannya. Memang
belum sembuh seutuhnya, setidaknya usahaku tak akan sia-sia. Sekarang aku sudah
terbiasa, bahkan sangat terbiasa tanpa ada kamu lagi dalam cerita hidupku
setiap hari. Karena kamu sendiri yang memilih untuk tak ingin kunanti. Kini aku
terlihat lebih kuat dari biasanya, aku tak lagi terpuruk dalam penyesalan yang
terus-menerus mengejar, karena kamu yang membuatku terlatih untuk jatuh
berkali-kali hingga aku lihai untuk menyembuhkan lukaku sendiri. Untuk yang
kesekian kali, ini tentang kamu dan ini karena kamu.
Aku duduk disini tanpa
persetujuanmu bahkan aku tak meminta izin terlebih dahulu. Aku hanya ingin
menatap matamu dalam-dalam dan membaca raut wajahmu dengan cermat agar aku tahu
sesuatu yang kamu simpan dengan begitu rapi selama ini. Maafkan jika aku mengganggumu,
merusak pandanganmu, dan membuatmu tak nyaman sama sekali. Mungkin kamu pikir
aku bodoh bertingkah begini, tapi seandainya kamu tahu semua ini terjadi karena
ada satu kata yang ragu untuk disampaikan, ada satu rasa yang sulit untuk diungkapkan,
atau mungkin satu hal yang beberapa hari ini entah mengapa menjadi salah satu daftar
yang penting untuk dipikirkan, RINDU. Aaaah…ini sangat berat tapi aku harus
mengaku bahwa aku telah merindukanmu…….sekali lagi.
Ini salah. aku tak habis
pikir kenapa masih saja bisa merasakan rindu yang sama seperti yang dulu pernah
aku rasakan pada pria menyebalkan ini. Padahal setelah hari-hari itu, setelah kamu
membiasakanku untuk berjalan sendiri, aku mulai membencimu dan cukup muak ketika
banyak orang sengaja menyebut namamu yang indah itu didepanku. Aku membencimu
dan merindukanmu disaat yang bersamaan. Kenapa kamu lagi yang menjadi sebab aku
kebingungan, tak lelah kah?
Entah misteri apa lagi yang
sengaja kamu ciptakan hingga membuatku penasaran. Ketika aku mulai bisa melihat
kamu hilang, kamu malah hadir dengan bentuk yang tidak bisa aku jelaskan. Kamu
beberapa kali memberikan kode yang tak berhasil kuterima dengan baik. Hingga aku
sadar ada sedikit bagian dari kamu yang dulu sempat hilang telah kembali lagi
dengan sentuhan yang berbeda. Kamu kenapa? Sudah lelah berkelana? Atau
merasakan kehilangan yang sama?
Tapi sayangku, kamu harus tahu bahwa aku sekarang sudah sangat terbiasa tanpa kamu. Kamu yang mengajariku untuk tak lagi mengikutsertakan kamu dalam setiap langkahku. Kamu yang melatihku untuk melakukan semuanya sendiri, tak ada lagi genggamanmu. Kamu yang membuatku sadar bahwa kamu bukan orang yang tepat untuk kutunggu. Kamu berhasil sayang, dan mungkin kedatanganmu ini untuk mencoba menguji aku. Aku memang hampir jatuh lagi saat kamu mulai menyeret aku dengan sangat kuat, tapi ingat gadis ini tak akan pernah jatuh pada lubang yang sama.
Comments
Post a Comment