Masa Depan

Berat ya ternyata...

Aku berupaya selalu ada setiap kau terluka. Aku berusaha mengabulkan segala permintaan agar kupastikan kau tak kekurangan. Tapi nyatanya itu tak pernah cukup untukmu.

Kuberikan semua terbaik yang bisa kulakukan. Tapi itu juga tak cukup untuk menggenapkan. Aku manusia, kadang aku kelelahan. Tapi amarahku pun seringkali tak membuatmu merasa kehilangan.

Lalu, entah sejak kapan dia datang dan mulai mengacaukan. Dia datang begitu saja dan membuatmu nyaman tanpa banyak berjuang. Sementara, hanya demi membuatmu tetap tertawa, harus kulakukan berbagai aksi cinta yang kadang berbalik dari sisi diriku yang sebenarnya.

Tidak adil rasanya...
Kau masih saja bertingkah seolah kau mencintaiku, tapi tak pernah satu pun kata cinta yang kau ucapkan untukku. Kau tunjukkan betapa kau tak bisa kutinggalkan, tapi tak pernah sekali pun kau berikan rasa hangat sebuah pelukan.

Jangan banyak alasan, bukankah seharusnya cinta tak pernah jadi terasa memberatkan?

Jika bukan aku yang kau cari, kenapa kau selalu menahanku setiap aku ingin pergi?

Jika bukan aku yang kau harapkan, kenapa kau memberiku harapan layaknya kita punya masa depan?

Pengecut!

Comments