Di Sudut Lapangan

Selamat beristirahat, aku tahu kamu kelelahan…

Aku terus berjalan menuju pintu masuk stadion dengan buru-buru sambil terus berharap babak pertama belum dimulai. Maafkan, hampir saja aku datang terlambat.  Suatu kesalahan jika harus melewatkan pertandinganmu meskipun beberapa detik saja.

Kamu sudah berada disamping lapangan, begitu sibuk berbincang dengan teman-temanmu. Beberapa menit lagi pertandingan segera dimulai. Kamu begitu tampan dengan kostum futsal kebanggaanmu yang sempat kamu pamerkan padaku beberapa hari lalu. Nomor yang tertulis dipunggungmu ternyata sesuai dengan permintaanku malam itu. Entah mengapa caramu memperlakukanku selalu membuatku canggung atau ini hanya kebetulan saja.

Aku terus memperhatikanmu di tribun penonton. Aku sengaja memilih barisan paling depan agar kamu tak perlu susah payah mencariku, haha khayalan apa lagi? Sanggup mengagumimu diam-diam saja sudah lebih dari cukup untukku. Disini pun aku hanya bisa menunggu senyum tulusmu yang selalu terlihat lebih manis di sudut lapangan.

Aku suka melihatmu sangat bersemangat memenangkan pertandingan kali ini. Aku suka melihatmu gesit mengejar bola seperti tak pernah kepayahan. Aku suka melihatmu bersorak ketika berhasil memasukkan satu gol ke gawang lawan malam ini. Aku suka melihat peluh menetes dipelipismu yang membuatmu semakin tampan ditengah lapangan. Aku suka melihatmu merebahkan tubuh di pinggir lapangan sambil memejamkan mata. Aku suka melihatmu kebingungan menjaga pertahanan. Aku suka…..kamu.

Mungkin kamu tak pernah sadar ada yang hatinya berdebar setiap melihatmu jatuh tersungkur di lapangan. Kamu tak pernah paham ada yang selalu setia menunggu senyumanmu disetiap pertandingan. Kamu tak pernah mengerti ada yang setengah mati menginginkan hatimu tak hanya dalam angan. Tapi kamu tetap diam…


Aku janji tak akan terlambat lagi…

Comments