Bicara Soal Memilih

Jika diingat lagi, lebih dari hitungan jari kita telah lama menjalin kasih. Sudah banyak hal pula yang bersama telah kita lewati. Mulai dari hal-hal bahagia yang membuahkan banyak tawa, hingga kadang rasa bosan yang beberapa kali sempat mendera lalu akhirnya saya memilih untuk bersembunyi dan menenangkan diri, berharap kamu peka dengan apa yang saya rasakan. Puncaknya adalah rasa kecewa yang menjadi-jadi. Rasa yang timbul karena apa yang didepan mata terkadang tak sesuai dengan ekspektasi.

Jika sudah begini, memilih pergi adalah hal yang mudah dilakukan dan nampak sangat menyenangkan. Tak perlu lagi menangisi sesuatu yang tidak saya harapkan malah sengaja kamu lakukan. Bukankah hal yang manusiawi jika saya menghindari apa saja yang dapat menyederai hati. Tapi saat kecil, kata ibu sedikit luka tidak masalah. Lalu pecundang sekali jika saya menyerah hanya karena ini.

Dengan kekacauan yang ada di otak dan hati, saya tak pernah jernih berpikir bahwa saya sendiri yang memilih untuk melibatkan diri dalam perjalanan hidupmu. Saya sendiri yang menerima kamu untuk melengkapi potongan hati saya yang sempat hilang sebelumnya. Jika sedikit-sedikit memilih pergi, dimana letak kedewasaan saya. Katanya menjadi dewasa sepaket dengan konsekuensi yang harus dihadapi. Memutuskan untuk menerima kamu di hidup saya berarti berani menerima semua yang sudah ada pada kamu sejak dulu, begitu. Mengikuti arah perjalanan hidupmu kadang membuat saya seringkali menemukan sesuatu yang berkebalikan dari apa yang saya inginkan. Tapi sekali lagi, dewasa itu sepaket dengan segala konsekuensi dan mencari cara agar berdamai dengan berbagai keadaan yang dihadapi.

Hal yang paling penting adalah usaha untuk menekan ego sendiri karena tak semua yang terjadi akan sesuai dengan apa yang dikehendaki. Seperti berusaha jatuh cinta berkali-kali pada orang sepertimu meskipun ada kesempatan untuk pergi. Atau memilih untuk tetap bertahan walaupun hubungan sedang dalam guncangan.

Terima kasih hipwee :)

Comments